SEBUAH KESADARAN

Namaku Selly. Aku kini duduk di kelas 3 SD. Aku akan bercerita tentang teman baruku yang sangat sombong dan angkuh. Namanya Fitriana. Panggilannya Ana. Dia anak baru pindahan dari Yogyakarta. Ketika hari pertama ia masuk ke kelas, ia tampak angkuh dan sombong.

Aku sempat mengira ia tidak mau bergaul dengan kami. Ana memang berasal dari keluarga yang sangat kaya. Ayahnya seorang pengusaha yang sukses. Ibunya seorang wanita karir yang sangat sibuk. Ana adalah anak satu-satunya. Wah, pasti ia disayang sekali oleh kedua orang tuanya.

Sudah sekitar seminggu Ana menjadi murid di kelas kami. Tapi tak satupun murid yang mau bermain dengannya. Kata mereka, Ana tidak pernah mau di dekati. Dia tampaknya tidak mau bermain dengan kami yang hanya orang biasa-biasa saja. Dia selalu menyendiri. Tatapannya ke semua orang selalu sinis dan menyebalkan. Aku jadi penasaran. Aku coba untuk mendekatinya. Memang benar, ia tak mau di dekati. Tapi aku tidak pernah putus asa. Akhirnya Ana mau bicara denganku. Aku sangat terkejut sekali melihat perrubahan pada diri Ana. Dia sebenarnya sangat baik dan menyenangkan. Aku bertanya mengapa ia selalu menjauh dari kami. Ternyata, ia memang di larang oleh kedua orang tuanya untuk bergaul dengan sembarang orang. Padahal, ia sendiri ingin sekali main dengan kami. Tapi ia takut diketahui oleh orang tuanya. Aku berusaha menjelaskan pada Ana. Kita tidak boleh memilih-milih dalam berteman. Semuanya sama. Yang miskin atau yang kaya. Tidak ada bedanya. Tampaknya Ana mau mengerti. Ia mengatakan hal yang sama pada orang tuanya. Sekarang, Ana tidak lagi seorang anak yang angkuh dan sombong. Ia sangat ramah pada siapa saja. Kedua orang tuanya telah mengizinkan Ana bermain dengan kami. Ternyata, mereka semua sudah sadar, bahwa kita semua ini sama, tidak ada bedanya.

E-mail Dira : mojako_pikachu@lovemail.com

KIRIMAN
Dira Ulfah Rianti
Kelas : III SD
Muhammadiyah 12
Pamulang Barat
Rumah : Jl. Permai Raya V
Blok AX 26 NO. 9
Pamulang Permai I
Tangerang 15417
Tanggal pembuatan :
25 Oktober 2000