Bahaya Pisau Tajam Derivatif

Kembali ke indeks

Pertanyaan: Saya seorang mahasiswa yang tertarik pada soal stock option. Selama ini rubrik Konsultasi masih membahas soal saham dan obligasi. Padahal, di samping saham dan obligasi, masih ada turunan saham (derivatif), yaitu stock option. Pertanyaan saya:

  1. Bagaimana hubungan antara saham dan stock option? Apakah perubahan harga, stock split, dan dividen ikut mempengaruhi harga stock option?
  2. Apakah ada perdagangan stock option di Indonesia dan jika ada bagaimana mekanismenya? Apakah ada badan resmi yang khusus menangani stock option ini?
Atas perhatian Bapak saya ucapkan terima kasih.

Jawaban:
Anda benar, di pasar modal, selain saham dan obligasi, juga diperdagangkan securities derivatives. Instrumen derivatif, sebagai instrumen turunan, bukan hanya berasal dari saham dan obligasi, melainkan juga bisa merupakan turunan dari instrumen pasar uang, valas (foreign exchange), bahkan komoditas. Atsuo Konishi dan Ravi Dattatreya dalam bukunya The Handbook Derivative Instruments, malah menyebutkan bahwa saat ini tidak kurang dari 1.200 jenis instrumen derivatif, yang berasal dari kelima rumpun di atas, yang kini diperdagangkan di pasar keuangan dunia.
Secara sederhana derivatif bisa digambarkan sebagai kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan unjuk kerja aset lain. Aset lain ini disebut sebagai underlying assets. Option merupakan salah satu bentuk derivatif yang underlying asset-nya bisa individual efek seperti saham atau obligasi. Tapi kontrak option bisa pula dikaitkan dengan indeks (index option), dengan tingkat bunga (interest rate option), dengan nilai tukar valas (foreign exchange option), atau dengan kontrak-kontrak future (future option).
Dari klasifikasi di atas jelas bahwa stock option - sering disebut dengan put and call - merupakan salah satu jenis option yang menggunakan saham sebagai underlying asset. Karena itu, harga dan peluang keuntungan transaksi put dan call terkait langsung dengan harga saham yang menjadi underlying asset tersebut.
Call memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sejumlah saham (biasanya 100 saham) tertentu pada tingkat harga yang disepakati (disebut harga pelaksanaan) selama periode tertentu dalam jangka pendek. Untuk mendapatkan hak tersebut, pemegang call (disebut holders) harus membayar sejumlah uang (disebut premium yang besarnya berkisar 5% dari nilai kontrak) kepada pihak yang menjual haknya (disebut writers). Anda tentu bisa melihat bahwa pemegang call berspekulasi bahwa saham yang digunakan sebagai underlying asset akan mengalami kenaikan harga lebih tinggi dari 5% selama periode kontrak.
Put adalah kebalikan dari call. Pemiliknya berhak untuk menjual sejumlah saham tertentu pada harga tertentu selama periode kontrak. Jelas pula bahwa pemegang put berharap bahwa harga saham tersebut akan turun selama periode option. Dari kacamata pemodal, manfaat put dan call terletak pada karakteristik leverage. Yaitu peluang untuk memiliki klaim terhadap nilai aset yang lebih besar daripada dana yang disediakan. Dalam istilah teknis investasi, membeli call sebenarnya sama dengan melakukan pembelian margin, dengan margin yang sangat rendah (5%), tanpa rekening margin, sementara membeli put ekuivalen dengan melakukan short selling tanpa rekening margin.
Pemecahan saham (stock split) dan dividen tunai yang dilakukan oleh underlying stock akan berpengaruh buruk terhadap suatu call, karena keduanya akan menurunkan harga saham yang bersangkutan. Dalam kontrak biasanya pemegang call dilindungi dari potensi kerugian yang timbul akibat pemecahan saham. Bila satu saham lama dipecah menjadi dua saham baru, maka harga pelaksanaan call akan menjadi setengah dari harga pelaksanaan semula dan jumlah saham yang berhak dibeli naik menjadi dua kali lipat. Dengan demikian call menjadi steril terhadap pemecahan saham atau saham bonus.
Namun call tidak dilindungi dari penurunan harga yang disebabkan oleh dividen tunai. Selain bisa melaksanakan haknya bila terjadi pembayaran dividen tunai dalam jumlah besar, pada pasar modal yang well-regulated, dividen tunai merupakan peristiwa yang sudah diantisipasi dan sudah diperhitungkan dalam penetapan nilai premium.
Di Indonesia, perdagangan option yang terorganisasi belum ada. Di pasar gelap (unorganized market) saya tak tahu. Sikap ekstrahati-hati pihak bursa dan otoritas pasar modal harus dapat dipahami. Sebab, selain manfaatnya yang besar dalam bentuk lindung nilai (hedging), stock option juga berpeluang menjadi ajang spekulasi, karena karakteristiknya yang memungkinkan penguasaan aset dalam jumlah besar dengan modal yang relatif sangat kecil. Derivatif itu seperti pisau tajam. Banyak manfaatnya. Tapi bila tak hati-hati, banyak pula bahayanya.
Salam





Kembali ke indeks