Meneropong Liku-Liku Bursa Komoditas

Kembali ke indeks

Pertanyaan:
Berita soal bursa komoditas belakangan ini begitu ramai. Kabarnya, sejumlah perusahaan siap merintis berdirinya bursa komoditas berjangka asli Indonesia. Saya jadi bingung. Soalnya, sebelum ini saya sudah pernah ditawari menjadi investor dalam perdagangan komoditas dengan sistem kontrak berjangka (future's trading?). Menurut tenaga pemasaran yang datang pada saya, cara investasinya mudah. Saya hanya mengikutkan modal sekian dolar, lalu mereka yang memutarkan. Saya tinggal menunggu panen untung. Kabarnya, mereka jual-beli komoditas pertanian seperti kedelai dan karet di pasar Jepang dan Amerika. Yang ingin saya tanyakan:

  • Apakah bursa komoditas Indonesia sama dengan future's trading yang ditawarkan kepada saya? Apakah bursanya hanya ada di Jakarta? Bagaimana caranya agar orang daerah bisa ikut bermain?
  • Apakah benar perdagangan berjangka komoditas merupakan sebuah bentuk investasi?
  • Mengapa bursa semacam ini perlu ada?
  • Bagaimana sebenarnya proses perdagangannya? Bagaimana saya bisa untung dari investasi seperti ini?
  • Menurut para sales itu, saya bisa beli kedelai (misalnya untuk pengiriman enam bulan kemudian) tapi tak perlu menerima barangnya. Kedelai itu bisa saja jual di tengah jalan, setelah harganya naik. Bagaimana jika harganya turun, apakah saya harus menerima kedelai walaupun saya tak membutuhkannya? Saya bahkan bisa menjual kedelai, tanpa saya punya barangnya. Bagaimana bisa? Mohon penjelasan.

Jawaban:

Terima kasih atas surat Anda. Pengetahuan saya tentang bursa komoditas tak lebih baik daripada orang kebanyakan. Bahkan, boleh jadi Anda telah membaca, mendengar, atau memiliki pengalaman yang lebih banyak daripada saya mengenai hal ini. Karena itu, jawaban berikut ini adalah persepsi saya tentang perdagangan komoditas berjangka.

Menyangkut aspek yuridis dan operasional yang lebih jelas, saya sarankan Anda untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bapepti), yang merupakan organisasi setingkat eselon I di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan.

Bayangkan Anda seorang perajin emas. Saat ini Anda mendapat pesanan untuk membuat 1.000 buah cincin emas yang akan diberikan kepada para wisudawan/wisudawati sebuah perguruan tinggi beken pada akhir Agustus 1998 yang akan datang. Harga emas di pasar spot (tunai) saat ini US$ 350 per troy ounce. Anda tidak tahu berapa harga emas nanti pada bulan Agustus padahal Anda harus memberikan patokan harga kepada pihak pemesan cincin.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah membuat kontrak dengan perusahaan emas - sebut saja PT Busang Berkilau - yang berisi kesepakatan untuk melakukan transaksi jual-beli 10 troy ounces emas 24 karat pada 15 Agustus 1998 pada harga US$ 350 per troy ounce. Kontrak itu merupakan bentuk dasar dari kontrak perdagangan berjangka.

Berbeda dengan option type yang terkenal di pasar keuangan - di mana pemegang hak mempunyai opsi untuk melaksanakan atau tidak melaksanakan haknya, dan untuk hak itu pemegangnya harus membayar sejumlah premi - pada kontrak perdagangan berjangka komoditas, para pihak masing-masing terikat kewajiban untuk melakukan settlement terhadap kontraknya.

Baik pihak yang melakukan pembelian (posisi long) maupun yang melakukan penjualan (short) pada umumnya tak mengeluarkan biaya. Kita tentu dengan mudah melihat beberapa manfaat yang bisa diambil dari terbukanya peluang untuk membuat kontrak semacam itu. Dari sudut pandang Anda sebagai perajin emas, Anda bisa memastikan biaya produksi untuk membuat cincin pada bulan Agustus yang akan datang.

Bagi PT Busang Berkilau, keuntungan yang paling nyata adalah kepastian tentang jumlah emas yang bisa dipasarkan pada bulan Agustus yang berasal dari kontrak perdagangan berjangka.

Secara makro diperoleh pula beberapa manfaat, seperti standarisasi produk (karena hanya produk yang memenuhi standar yang telah ditetapkan yang bisa diperdagangkan melalui mekanisme perdagangan berjangka), terjaminnya kualitas produk (tidak terjadi kasus cincin emas palsu), harga komoditas yang lebih stabil karena bisa mengurangi tekanan yang selalu muncul pada produk yang bersifat musiman. Lebih jauh, di pasar yang berjalan baik (well functioning) volume kontrak dapat pula dijadikan indikator untuk memperkirakan gerak harga di masa yang akan datang.

Kemudian bayangkan apa yang akan Anda alami pada bulan Agustus nanti. Bila pada hari jatuh tempo kontrak harga emas ternyata berada di atas US$350 per troy ounce, maka Anda akan memperoleh keuntungan karena Anda dapat membeli emas pada tingkat harga di bawah harga pasar. Sebaliknya, bila pada tanggal 15 Agustus itu harga emas di pasar spot lebih rendah daripada harga kesepakatan, US$ 350 per troy ounce, Anda akan menderita kerugian karena Anda wajib membeli emas Busang Berkilau pada harga yang lebih mahal daripada harga yang bisa Anda peroleh di pasar bebas.

Lebih jauh, bayangkan bahwa Ada memiliki hak (opsi) untuk menjual kontrak itu sebelum hari jatuh tempo. Artinya tersedia pasar sekunder untuk kontrak-kontrak yang beredar. Artinya, kontrak itu sendiri kini menjadi komoditas perdagangan. Maka itu, bila harga emas di pasar spot berada di atas US$ 350 per troy ounce, kontrak yang Anda miliki - yang tadinya Anda peroleh tanpa biaya apa pun - kini memiliki harga pasar (sering disebut menjadi in the money). Anda dapat merealisasi keuntungan dengan menjual kontrak yang Anda miliki kepada pihak ketiga.

Dalam perkembangan berikutnya, pasar perdagangan kontrak-kontrak semacam itu - karena berbagai alasan seperti likuiditas yang tinggi, biaya transaksi yang murah, dan perputaran yang cepat - menjadi lebih menarik dari pasar komoditas fisiknya sendiri. Yang berbahaya, tentu saja, kalau kontrak-kontrak itu dibuat dengan tidak lagi memperhatikan ketersediaan komoditas yang menjadi underlying asset-nya. Dalam situasi seperti ini, kontrak-kontrak yang diperdagangkan menjadi alat spekulasi terhadap gerak harga suatu aset yang sebenarnya tak lagi tersedia. Sekali lagi, uraian di atas merupakan pemahaman saya yang sangat terbatas tentang perdagangan komoditas berjangka. Mudah-mudahan bermanfaat.
Salam.





Kembali ke indeks